Pages - Menu

Minggu, 25 Januari 2015

Raja Soto Lama Bpk. H. Suradi Khas Sokaraja oleh lytampfamily blog

Saya besar dan tinggal di Purwokerto, Banyumas, tapi sepertinya saya jarang menulis soal kuliner di daerah Purwokerto, Banyumas dan sekitarnya. Alasannya karna saya males foto-foto tempat makan-nya, kalo foto makanannya saya punya banyak tersimpan rapih di HP dan Komputer :D. Naaah mumpung kemarin saya abis makan di Soto Sokaraja saya mao berbagi di blog saya biar pada mupeng buat yang belum pernah nyobain dan supaya pada kangen dengan kuliner Kota Satria *di sambit sandal niiyh saya sama para inyongers yang lagi merantau :D*.
Kota Sokaraja berjarak sekitar 10 km dari Kota Purwokerto, biasanya di tempuh sekitar 20 menit dari Kota Purwokerto. Nanti begitu masuk daerah Sokara Kota akan terlihat banyak plang-plang tertulis Soto Sokaraja. Yang paling terkenal ada 3 tempat yaitu Soto Kecik Sokaraja, Soto Lama Sokaraja dan Soto Lama Pak Suradi.
Dulu pertama kali saya pindah ke Purwokerto tahun 1997 memang Soto Kecik yang paling enak, tetapi lama kelamaan banyak orang *termasuk saya* merasakan kalau Soto Kecik sekarang rasanya sudah tidak terlalu istimewa dan se-enak dulu, kalau saya bilang kurang buket kuah soto dan bumbu kacangnya.
Menurut lidah saya dan Pak Suami sekarang kami lebih cocok dengan Soto Sokaraja Pak Suradi, ituuuh yang rasanya paling juara, Top Markotob. Tempat makan-nya sekarang nyaman, luas, ada mushola dan toilet, dan yang paling penting bersih. (Just info; gak jauh dari Soto Pak Suradi ini ada sate ayam yang enak lhooow, jadi kita bisa pesen sate ke sana, trus minta di anter ke Warung Soto Pak Suradi ini).
Soto Sokaraja ini terbilang unik karena dalam 1 mangkuk soto terdiri dari daging sapi / ayam /ati ampela (bisa juga minta dagingnya campur), ketupat, kuah bening, taoge, kerupuk soto yang berwarna-warni, dan saus kacang sebagai sambalnya. Rasa saus kacangnya itu sendiri, manis gurih dan pedas.
Dagingnya yang empuk nikmat bercampur dengan gurih taoge dan berpadu dengan kelembutan ketupat sebagai pengganti nasi. Belum lagi asin kaldu yang berimbang dengan pedas manis saus kacangnya, dengan saus kacangnya itu membuat Soto Sokaraja semakin buket dan rasanya maknyuuuuusss tenaaaaann…. *sluuupppss,,lap iler*.
Soto Sokaraja dengan daging sapi dan bumbu kacangnya ;)
Soto Sokaraja dengan daging sapi dan bumbu saus kacangnya ;)
Soto Ayam Sokaraja, maknyuuuss... :)
Soto Ayam Sokaraja, maknyuuuss… :)
Selamat Menikmati….
Raja Soto Lama Bpk. H. Suradi Khas Sokaraja
Jl. Jenderal Sudirman No. 48A
Sokaraja – Banyumas – Jawa Tengah

Sumber : https://lytampfamily.wordpress.com/2013/03/14/raja-soto-lama-bpk-h-suradi-khas-sokaraja/

Nikmatnya Soto Khas Banyumasan di Raja Soto Lama oleh Tabloid Nova

TabloidNova.com - Bagi yang ingin berkunjung ke kota Purwokerto, ibukota Kabupaten Banyumas, wajib menyempatkan diri mendatangi kawasan Sokaraja. Kota kecamatan di wilayah Banyumas ini, sejak lama dikenal sebagai surganya oleh-oleh khas Banyumasan. Mulai dari tempe mendoan, getuk goreng, soto Sokaraja, sampai batik corak Banyumasan.
Bagi pencinta kuliner makanan berkuah seperti soto, tidak lengkap rasanya bila belum merasakannikmatnya soto khas Banyumasan . Salah satu rumah makan soto yang terus dipadati dan direkomendasikan adalah Raja Soto Lama milik Haji Suradi (56). Ditemui di rumah makan, Haji Suradi menceritakan awalnya mendirikan soto yang terkenal dan disinggahi para artis hingga presiden RI.
“Sejak tahun 1978, saya mulai dagang membantu orangtua yang berjualan soto khas Banyumasan . Dulu, di jalan Sokaraja yang jualan soto baru ada 4 orang. Saya generasi kedua. Namanya Soto Lama karena dulu masih pindah-pindah dan ngontrak. Jadi, biar enggak bingung dan susah nyari, ya, namanya Soto Lama karena warungnya sudah lama,” kata bapak empat anak ini.
Suradi juga mengaku, kini banyak penjual soto Sokaraja di kawasan pusat oleh-oleh belanja ini. “Banyak yang membuka usaha soto. Soal pelanggan yang datang, itu pasti soal selera masing-masing. Selera, kan, relatif. Tiap orang sukanya sendiri-sendiri. Nah, untuk membedakan dengan yang lain, saya menggunakan bahan berkualitas untuk sambal kacang. Tentu juga mengolah sendiri. Selain itu, saya mempertahankan cita rasa lama,” ujarnya.
Hadi Suradi
Hadi Suradi pemilik Raja Soto Lama kini telah memiliki empat cabang kedai soto yang tersebar disudut kota. (Foto: Swita / NOVA)
Tak heran, dengan usahanya yang tekun, kini Suradi bahkan memiliki empat cabang soto yang buka di sudut kota Purwokerto. Rumah makan sotonya pun dikenal menjadi salah satu kuliner legendaris di kotanya. Buka sejak pagi hingga malam hari, soto yang disajikan menggunakan ketupat ini juga menawarkan beberapa pilihan. Mulai dari soto daging, ayam, ataupun jeroan.
Salah satu ciri khas soto banyumasan ini terletak pada sambal kacang. Namun, apabila tidak menyukai sambal kacang, pelanggan bisa menggantinya dengan sambal spesial yang lain. Agar rasanya lebih “sempurna” beberapa pelanggan menyantapnya dengan lauk mendoan.
Kini, Suradi dibantu anak-anaknya dalam mengelola semua usaha soto miliknya. “Saya berharap usaha ini bisa berjalan turun temurun,” ujar Suradi yang mengaku warungnya sering disinggahi orang penting negeri ini. Misalnya saja mendiang Gus Dur, Ibu Megawati, dan Pak SBY.
Suradi mengaku selalu memberikan pelayanan yang sama kepada siapa pun. Itu sebabnya, ketika banyak orang penting datang makan di tempatnya, ia mengaku tak membuat persiapan apa pun.
“Semua bisa menikmatilah, siapa pun. Memang pas Pak SBY mampir ada tim khusus. Rumah makan harus steril. Kuah soto pun sebelumnya dicek apakah ada formalin atau borax atau tidak,” ingat suami Hj Siti Muhadiroh ini sambil terkekeh.
Swita A. Hapsari

Sumber : http://www.tabloidnova.com/Nova/Karier/Wirausaha/Nikmatnya-Soto-Khas-Banyumasan-di-Raja-Soto-Lama/

WISATA KULINER SOTO SOKARAJA by Youtube


Gethuk Goreng Haji Tohirin, Oleh-oleh Khas Sokaraja, Banyumas

Jika anda sedang berjalan-jalan di Kota Sokaraja, Banyumas, tidaklah lengkap rasanya jika anda tidak melengkapinya dengan berbelanja oleh-oleh khas daerah ini. salah satu oleh-oleh kha Kota Sokaraja, Banyumas adalah gethuk goreng. Getuk Goreng adalah makanan khas dari daerah Sokaraja yang terbuat dari ketela pohon atau singkong yang dicampur dengan gula merah atau gula jawa. Cita rasanya pada perpaduan pas antara singkong dan gula jawa. Ketika di goreng mengeluarkan aroma sangat khas singkong dan manis-manis gurih, menggugah selera. Bila digigit ada rasa legit manis berasa meleleh di lidah, berserat empuk, dan gurih tiada tandingnya. Dan jangan lupa, coba Getuk basah dengan topping parudan kelapa muda, rasa singkong pulen manis sedang di padu rasa kelapa muda menimbulkan sensasi bak lelehan ‘keju’ di lidah, lebih-lebih ditemani secangkir kopi tubruk, sungguh maknyusss.

Salah satu pusat oleh-oleh yang menjual gethuk goreng khas Kota Sokaraja, Banyumas adalah pusat oleh-oleh Gethuk Goreng "ASLI" Haji Tohirin. disini anda juga bisa mampir ke dapur untuk melihat secara langsung proses pembuatan gethuk khas daerak Banyumas tersebut. Jenis dan ragam gethuk gorengnya pun beragam, saat ini telah tersaji juga dalam berbagai varian rasa diantaranya rasa nangka, durian, sirsat. Gethuk goreng yang dibungkus dengan besek dijual dalam 2 pilihan paket yaitu paket 1kg dan 0,5kg.



Di tempat ini juga menjual aneka oleh-oleh khas Sokaraja, Banyumas lainnya seperti nopia dengan rasa gula jawa, coklat, dan durian, mino (mini nopia), dan juga aneka klanting yang memiliki beberapa varian rasa.




Pusat oleh-oleh Gethuk Goreng "ASLI" Haji Tohirin beralamat di Jalan Sudirman, Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Pusat oleh-oleh Gethuk Goreng "ASLI" Haji Tohirin ini buka mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 23.00. Kunjungi juga blognya di http://getukgorengasli.tumblr.com/ dan follow twiiter nya di  .

Selamat berkunjung ke Sokaraja, Banyumas.